Another motherhood things

Dari acara #MDLunch hari Selasa lalu (nanti aku cerita di posingan terpisah) aku dapet buku ini dari Lita. Aku belom sempat baca sampai selesai, tapi aku udah baca sih dan udah nangkep garis besarnya. Intinya adalah : Ibu itu manusia, dan manusiawi juga kalau ibu itu perlu dan ingin punya ME Time. Bagaimanapun bentuknya dan berapapun lamanya, ibu perlu dan butuh, for the sake of insanity tentunya. Hey, happy mom brings happy kids!

Hampir 8 tahun jadi ibu memberi banyak pemikiran baru buat aku. Aku sekarang tahu kenapa mamaku dulu : “makan aja yang banyak, mama masih kenyang” waktu bawa kue yang enak-enak dari seminar di hotel mahal. Aku sekarang juga tahu kenapa budeku menyetir mobil ala ala CSI ngebuntuti anak gadis satu-satunya pergi kencan. Dan akupun tahu kenapa banyak ibu memilih bertahan dalam pernikahan bak neraka hanya karena supaya anaknya punya ayah, atau supaya anaknya kelak ada yang menikahkan.

Karena ibu bersedia jadi bemper buat anaknya. Psikolog kondang bilang jangan mau jadi bemper buat anak, biar anak rasakan dan tanggung resiko atas pilihannya. Dia mah bukan ibuuu…. coba kalau dia jadi kita, yang ngelahirin, yang netekin, yang bikinin susu malem-malem, yang merawat, yang nampung muntahnya, yang masak seribu menu biar anak mau makan.. masih bilang gitu gak?, kalo aku akan jadi bemper buat anak-anakku. Sampai kapanpun mereka memerlukan aku, tentu saja dengan porsi dan cara berbeda….

Ah ngelantur..

Lanjut soal Me time.

I almost don’t have me time. Hidupku udah sangat sibuk dengan urusan anak-anak dan rumah. Dulu aku bisa pergi ngaji di weekdays tapi sekarang nggak bisa lagi karena Imii dah sekolah dan dia masih harus ditunggui, lagipula jam sekolahnya pendek sekali, lalu pulang sekolah aku masih harus masak dan urus rumah, dia juga udah kelaparan dan kecapekan, ya udahlah aku harus ngaji lewat yutub sementara (thanks to memmy atas idenya). Baru-baru ini aku menemukan sanctuary, aku bergabung dengan komunitas baca Al Quran, jadi 10 lembar ayat-ayat itu jadi me timeku. Kayaknya aku menambahkan beban baru kedalam kehidupanku, yaitu untuk menyelesaikan “jatah” yg harus aku selesaikan, tapi aku tenang saat membacanya, dan aku anggap me time itu sesuatu yang bikin aku jadi tenang!

Ada tetangga yang mengira aku kerjaannya ke salon melulu hahahaha.. Alhamdulillah, ya gimana dong, aku emang suka dandan, bersih dan harum, terlebih kalau dirumah, amal dong ya sama suami ;) jatohnya dikira ke salon melulu, deuh yang ngomong lebih rajin krimbat daripada eke hahaha…

Aku sendiri kadang merasa diriku ini rada-rada sadomasokis dalam urusan motherhood. Makin berat suatu hari dan aku bisa melaluinya sendiri, di akhir hari aku PUAS BANGET hahaha.. Tentu saja aku ngarep pujian, at least dari suamiku, I’m only human!.. waktu Ulil bilang “bunda hebat banget, aku nggak tau gimana cara bunda ngelakuin ini semua. makasih ya sayang” naah itu aku sumpah seneng dan bangga, dan i don’t need me time anymore hahaha.. Kadang juga untuk memotivasi diriku sendiri, aku akan menganggap diriku lebih baik, lebih sempurna dan lebih beruntung dari orang lain, aneh.. tapi itu betul-betul membuat aku nggak lupa untuk bersyukur dan nggak ngersulo aja dalam menjalani hari-hariku.

Kadang aku sesekali pergi ke acara ketemuan sama temen, itu juga me time yang berharga banget, kaya acara #MDLunch kemarin misalnya, aduh aku senengnyaaa rasanya belom bisa move on, ketemu Lita dan Manda, temen-temen aku dari Jakarta dulu, ketemu anak-anak forum, good food, and my fave topic *no spoiler pleaseee* thats me time!

Ada temenku yang hebat yang me time-nya baking, tuh kaya Leony, atau ada temen aku yang me time-nya nggambar kaya Aya. Ada yang udah working mom, gak punya pembantu pula, me time-nya yoga 2x seminggu kaya bude Astie, atau ada yang me time-nya lari dan bahkan jadi inspirasi buat bantu sesama kaya mumu Chia, sahabat slash kakak yang udah aku kenal sejak sebelum ada Zua.

We’re all fight in our own battlefield. be kind. We don’t need to judge others. Yang dirumah iri ama yang kerja, nganggep yang kerja banyak me time-nya (yang dirumah liat orangnya posting ngafe atau ngopi sementara yang baca pake daster buluk abis ngepel). Yang kerja iri ama yang dirumah nganggep yang dirumah enak santai (yang kerja liat orangnya posting “hujan-hujan enak bobo siang peluk2an ama anak2″) THE POWER OF SOCIAL MEDIA. KAlau pas iri, jangan iri sama yang lebih enak dong, iri sama ibu-ibu yang kena banjir banjarnegara. atau yang kena longsor di bandung…. biar gak lupa bersyukur.

Intinya : gak apa sombong buat diri sendiri dan didalam hati hahahaha

#dariFB : How to train your……

How to train your dragon
Not! Hahaha *garing*

Melanjutkan postingan dengan tema #dariFB yaa..
Buat yang mau baca seri pertamanya bisa klik disini langsung.

Jadi beberapa hati ini timeline FBku lagi hangat dishare : anak SD yang dipukulin sama anak SD dan ada videonya. Lalu anak SD yang nonton bokep disekolah lalu bercumbu massal, ada anak yang gak ikutan lalu melaporkan dan dialah yang jadi bulan-bulanan..

Aduh.. mau jadi apa negaraku kalo kayak gini kualitas anak mudanyaaaa… dan ada berita di koran JP hari ini, 2 anak Mts (setara SMP) dibunuh dengan keji setelah dinodai oleh teman FBnya…

Kenapa sih bisa kejadian kaya gini?.. apakah nyawa begitu murahnya?.. apakah anak-anak nggak punya rasa kasih terhadap sesama?..

Tadi pagi di Selamat Pagi Indonesia, bu Elly Risman berbagi sedikit tentang kenapa anak sekarang bisa kaya gitu.. aku kutip ya..

Itu (kekerasan yang dilakukan anak-anak) terjadi karena anak-anak diusia dini sudah dihadapkan pada aneka les. Membaca, bahasa, matematika, dan banyak lagi. Sementara otak anak dibawah usia 7 tahun adalah otak perasa jadi jaih lebih baik bila anak diajarkan berempati pada orang lain
, kasih sayang terhadap sesama, dan berbagi. Juga bermain untuk melatih motoriknya!.

Ajari anak mengaji, membaca, berhitung atau apapun dengan fun. Biarkan anak belajar karena memang suka bukan karena dipaksa.

Sedih ya..
Bu Elly bilang anak yang dari kecil dipenuhi dengan les ina ini itu dan anaknya nggak fun itu ibarat kue yang masuk oven yang terlalu panas. Kuenya bantet. Bisa gosong.

Jaman sekarang sepertinya banyak orang tua yang berpendapat bahwa sukses itu : cukup secara materi. Jadi orang kaya.  Banyak tujuan hidup yang bergeser.. kalau jaman dulu punya rumah dan mobil itu sukses. Jaman sekarang punya lebih dari satu baru sukses. Liburan keliling dunia baru sukses. Jabatan tinggi baru sukses. Ketika kesuksesan diukur dari jumlah nol yang dimiliki..

Otomatis waktu yang diinvestasikan pada anak juga berkurang. Ayah sibuk dikantor, kadang ibu juga. Sisa waktu dimanfaatkan untuk bersosialisasi in the name of i-deserve-this-i-have-been-working-like-a-horse. Terus kapan waktu yang tersisa buat anak?.. waktu yang tersisa buat anak masih dibagi dengan tangan yang memegang hp.. jadi anak dapat apa?.. sisa waktu kita?.. sisa kemarahan kita?..

I’m not saying that working mom bad or vice versa.. what i’m trying to underline here are : we PRAY to have them (while they’re not praying to have us as their parents), they are our responsibility. Ingatlah bahwa cara kita mendidik anak adalah gambaran 2 generasi kebawah!! Mau revolusi mental?.. ya lakukan sekarang dong :)
Luangkan waktu lebih efektif buat anak2 kita!

Bisa gaak?

Seandaikan aku bisa membelah diri

I’m so tired.
Karena beberapa minggu belakangan ini rutinitasku berubah. Bukan cuma aku sih tapi most of us, hampir semua member keluarga ini rutinitasnya berubah sejak ayah mertuaku (kaik-nya anak-anak) sakit. We spent most of the time at the hospital. Ulil belum tidur dirumah lagi sejak malam ayahnya masuk RS. Adiknya yang perempuan balik ke Surabaya meninggalkan suaminya di Jakarta, dan anaknya yang TK cuti sekolah karena ikut mamanya. Adiknya Ulil yang laki meninggalkan cafe-nya dan pekerjaannya di Jakarta, his wife take control. Adiknya yang bungsu juga belum tidur dirumah, sama kaya Ulil.. Kakaknya menghabiskan weekend di Surabaya.

Aku yang menghabiskan banyaaaaak waktuku sama anak-anak juga tentu saja mengalami perubahan! Karena aku satu-satunya menantu ayah di Surabaya, bahkan aku practically tinggal di rumah ayah, dan aku sayang sekali sama ayah.. aku berusaha melakukan semampuku..
Jadilah rumah ayah jadi basecamp. 5 anak dengan 2 pengasuh. Plus 1 tante (adik iparnya adik iparku).

Perubahan terbesar dialami anak-anakku. Dari yang tiap hari sama ketek bunda, jadi berkurang. Ketakutanku adalah : Imii masih nenen. How will he survive?..
Ternyata.. he survive. Dia nggak nenen seharian!
Lalu aku meninggikan ekspektasiku.. sekalian nyapih.. taunya malamnya dia nenen lebih lebih lebih banyaaaak dari sebelumnya *tepok jidat* so I guess he miss me :)

Dan ternyata perubahan besar ada pada : ZUA. Minggu kedua, dia mulai gelisah. Puncaknya : dia nangis waktu aku terpaksa berangkat subuh karena mama   ada urusan dan harus ninggalin ayah pagi-pagi sebentar.
Aku sampai telpon ke ustad kesayangannya.. Setelah ustadnya bicara sama dia panjang lebar, malamnya dia bilang dia sudah ikhlas, karena dia tau aku dan ayah ya sedang menunaikan bakti kami pada kaiknya.
Tapi sejak itu aku aware.. beberapa kali aku pulang sore dan aku ajak dia sama Imii jemput ayahnya di RS lalu makan diluar..

Nah hari Minggu malam Imii demam tinggi dan panas badannya.. dan seninnya akupun tepar. Kebetulan Zua libur hari tasyrik karena sekolahnya sekolah Islam kan.. jadilah kami kembali kemana-mana barengan kaya biasanya. Hari ini hari pertama aku kembali ke RS jaga ayah bersama saudara-saudaraku..
Dan dia NANGIS waktu pulang sekolah karena gak ada aku dirumah.. my mistake.. aku gak pamit kalau mau ke RS.

Aku pulang jam 7.30 malam.. aku mandi lalu peluk-pelukan sama mereka.. aku cek buku penghubungnya Zua.. taunya dia besok ada ujian ngaji dan dia belum belajar ngaji.
Zua ini nggak tipikal kaya gitu. Dia suka keteraturan. Biasanya dia udah nata buku dan baju buat besok, udah belajar.. jadi kayanya ini cuman cara dia protes aja..
Tapi aku keburu emosi… aku buka buku ngajinya dan aku ajak dia belajar. Aku tau dia bisa, tapi dia ngatuk.. dan aku bilang makin salah kita belajar makin mundur dan dia gak boleh tidur! Dia ngaji terus sambil susah payah membuka matanya. Zua tidur paling malam dalam sejarah sekolahnya. Hampir jam 10. And I feel so bad!

Apalagi setelah lihat foto ini…

image

Kiddos..
Semoga Allah segera beri kesembuhan untuk Kaik..
Semoga Allah beri umur panjang penuh barokah untuk kita semua.. bunda dan ayah sayang sekali sama kalian!

Mr Jay idola kita

Ck….
Si Jay ini lagi jadi bahasan hangat loh di path aku.. gara-garanya aku sering ngepost soal Jay ini dan teruuus kayaknya pada tergoda.. So far udah ada Maminta, kak Hilda, Otty, dan Tya yang udah keracunan Jay.. Eh Tya gak tau sih Jay mania juga atau gak tapi dese bikin terinspirasi dari Jay lah ya hahaha…

image

Iniloh Jay-nya….

Jay bumbu kari :D

Seperti bisa dilihat, bumbu kari Jay nggak ada tambahan msg-nya, malah sebenernya gak ada tambahan garam gulanya orang rasanya bitter and spicy khas bumbu kari gitu! Ya kalo manis mah gula namanya sih ya hahaha…

Jadi dari bumbu ini aku biasanya bikin : ayam ungkep, tumisan sayur, mie kari, kari ala Jepang, nasi briyani ala ala.

Sok nih disimak resepnya, easy peasy sampe bisa masak sambil merem seperti yang aku lakukan jam 4 pagi tiap hari

Ayam ungkep

1 ekor ayam potong-potong sesuai ukuran yang dikehendaki
1 sdm bubuk Jay’s bumbu kari
Garam-gula secukupnya
Santan kira2 100 ml
Air sampai ayamnya kerendem
Masaknya : amprokin aja semua kedalam wajan, rebus sambil ditutup. Cicipin kalo dah enak ya udah alhamdulillah.
Ayam ungkep ini bisa disimpen 3 harian dalam freezer dan tinggal goreng aja.. kalo aku? Digoreng tipis-tipis pake olive oil. Tips lain : pakai filet dada ayam lalu dibuat isian sandwich. Isinya : telur rebus diiris, lettuce, tomat sama ayam kari, mmmwwwaaaah enak!

Tumisan sayur

Sayur yang enak ditumis pake bumbu ini : sawi putih, jamur, wortel-buncis, kecambah. Pilih salah satu aja.. jangan salah semua *garing*
Jangan kebanyakan bumbunya, cukup 1/2 sdt aja buat porsi sekali makan..
Tumis bawang bombay, bawang putih keprak pakai olive oil. Masukin tomat, bubuk Jay’s, aduk, lalu masukin sayurnya. Tambahin air, tunggu matengnya. Tips lain : kalo suka peses masukin crushed black pepper, mantep!

Mie kari

Pakai mie kering direbus dulu lalu ditiriskan. Pakai bumbu Jay’s nya agak banyakin, 3/4 sdt lah ya kurang lebihnya..
Bikin persis kaya tumisan sayur tadi, lalu siramkan diatas mie. Tips lain : pakai kaldu ayam atau udang lebih enak! Terus pake telur juga enak bangeeeet, aromanya kayak indomie kari ayam but less msg

Kari ala Jepang

Ini sebetulnya memanfaatkan left-over food.
Pakai rawon (iya rawon item itu) masukin bubuk kari-nya dikira-kira yah.. sampe berasa kayak karaw kari-rawon lah gitu. Masukin potongan wortel, kentang sama bawang bombay. Terus kentelin deh pake maizena.
Tips lain : masukin bubuk cabe sama jamur juga enak bener!

Nasi briyani ala ala

Dapet dari otty. Jadi masukin aja di rice cooker. Beras, kaldu daging, daging giling atau kalo daging biasa rebus dulu setengah mateng, masukin Jay’s (aku kalo berasnya 2 takar bumbunya 1/2 sdt) lalu masukin juga kismis. Iya kismis sunmaid itu loh… Tips lain : masukin bawang bombay yang udah ditumis juga bisa, cuma lebih maghteg rasanya.

Menu diatas kan menyimpang banget dari kegunaan Jay’s bubuk kari yang sebenernya yah.. terus apa dese gak bisa buat bikin kari?!

YA BISALAH MAK!
namanya aja bumbu kari, kalo gak nisa buat bikin kari ganti nama aja jadi bumbu sop!

Kalau mau bikin kari, ikutin aja aturan di botolnya. Aku bilang coba ganyikan pake syusyu.. enak!!

Baiklah segitu aja soal Jay’s ini.. tar dikira iklan padahal nggak
Tapi mau kalo ditawarin

Yang bodoh siapa?

image

foto ini diambil pada selasa 9 september 2014 pas ulang tahun pak SBY lalu.
Mobil aku (name : SOLEH) yang paling depan.

Jadi ya waktu itu aku baru pulang dari ketemuan sama temen-temen ODOJ disebuah hotel.
Pulang dari situ melewati daerah yang aku tau mata polisinya bak elang semua, jadi aku udah waspada banget untuk ada di jalur yang bener karena aku kan bakal belok kanan lalu ambil jalan kiri. Jadi aku dah ambil ancang-ancang.

Disaat lampu udah hijau dan aku dah jalan, eh ada motor langsung motong jalur kiri jalan ke kanan dan dia menerobos lampu merah, PAS DIDEPAN POLISI JAGA. Pinter bener gak?!
Jadilah ya langsung aja tu motor nabrak mobilku, sampe pengendaranya kelempar, dan jatoh.
Imii duduk di carseat dan udah liyer-liyer mau tidur sampe nangiiiis karena kaget aku ngerem! Alhamdulillah aku pake sabuk pengaman dan Imii pake carseat, kalo nggak pasti kelempar tu anak.
Akhirnya digiring minggir tu motor, mobilku dan 2 mobil lagi dibelakangku.

Ternyata dibelakangku ada mobil yang menghindari mobilku jadi banting setir ke kiri, jadi mobil dia belakangnya ditabrak sama mobil belakangnya.
Jadilah tabrakan beruntun. Dengan 3 kesamaan. Semua mobil yang terlibat MASIH BARU. mobil kinyis-kinyis smua.

Yang menyebabkan?.. anak SMA umur 16 tahun tanpa sim tanpa ktp melanggar lampu merah dan motong jalur.
Waktu ditanya apa dia bisa menyelesaikan katanya nggak bisa karena gak punya uang.
2 mobil dibelakangku saling bayarin uang klaim asuransi, so the problem is clear here.. yang mobil aku?.. Kata anak SMA itu orang tuanya cuma jualan. Dia minta jangan diproses ke polisi. Terus aku kudu piye?!…

Aku cuma bisa bilang sama anak itu dan aku ulang berkali-kali “kamu bisa mati nak kalau naik motor kaya gitu, nyawa gak ada yang jual!”
Maksud aku ya, nyawa itu pemberian Allah tapi apa nggak sayang dibuang-buang dengan ugal-ugalan naik motor?!..

Sedih lihatnya, banyak anak di Indonesia apalagi yang kalangan menengah kebawah, yang kurang background pendidikannya tapi gede gengsinya kayaknya bangga banget kalau anaknya udah bisa naik motor di usia belia. Anaknya SD naik motor?, gak apa, keren!
Udah gitu harga motor cicilannya lebih murah daripada naik angkutan, kalau gak bisa bayar trus ditarik leasing ya tinggal ambil kreditan lain! *tepok jidat* *jidate sales motor*

Sayang sekali bila pengguna jalan dengan aturan yang baik dan benar terpaksa mengalami kerugian dari perbuatan anak yang macam begini!

it takes a village to raise a child terngiang terus dikepalaku. Jalan terbaik adalah dengan gerakan massive dan terstruktur untuk menolak anak dibawah umur mengendarai kendaraan bermotor!
Mari dimulai dari diri sendiri dan orang-orang terderlkat!!

Tantangan jadi orang tua! @supermomsid ikut urun solusinya!

Sebagai rabid bunda, aku banyak berpikir belakangan ini, mengenai banyak hal, mulai dari keadaan bumi sampai bagaimana anak-anak nantinya.
dari diskusi grup ibu (menuju) solehah kami juga memutuskan bahwa punya anak banyak jaman sekarang kurang cocok buat kami karena kami cenderung akan menambah beban bagi bumi dan memperbesar persaingan karena overpopulasi dan dampaknya pada sumber daya bumi seperti dalam buku Inferno karya Dan Brown.
tapi gimana kan kadang ada hal-hal yang memang out of our control, kita gak mau punya anak banyak, eh disonoh ada yang lahiran anak ke 7, ampun dah…

Bayangkan, akan ada masa dimana anak-anak kita akan berebutan pekerjaan yang layak, berebutan tempat tinggal yang layak dan berebutan sarana kesehatan yang layak. Bagaimana supaya mereka bisa provide itu buat keluarganya? ada gak siih yang mikirnya seribet giniii?!?!

Yaudah lah ya.. sebelom yang juaaauuh mikirin begitu, mikirin yang deket dulu aja, yang kejadian didalam rumah, persaingan dengan saudaranya sendiri, survive gak anak kita?, but most important thing : apakah kita udah sukses jadi orang tua yang nggak membandingkan anak kita? pola asuh seperti apa yang cocok untuk membesarkan anak yang satu dengan yang lain dengan segala perbedaan yang ada?.
Eh trus kalo anaknya sekolah negri dan cuma bisa bahasa Indonesia akan survive gak?, gimana kalau anaknya sekolah di sekolah inernasional dan cuma bisa bahasa Inggris? bakalan sukses gak?
Gimana sih cara saingan yang sehat?, jangan sampai anak kita kayak ibu-ibu arisan rumpi yang saingannya sebatas merk tas atau mobil atau abis jalan-jalan kemana… ibaratnya supaya malaikat dunia juga tahu bahwa anak kita bisa menang diadu, unggul dalam berbagai sisi, ya jasmani yang rohani. ya fisik ya mental!

jangan salah, banyak loh ortu yang masih beranggapan “duh penting nih anak gue bisa bahasa inggris, matematika, science, musik, berenang, menggambar, taekwondo, balet, ngaji, bikin program, masak, baking, pidato, cabutin uban, belanja, bikin kopi, menjahit, blabla, blibli biar gak kalah saingan!” lalu anaknya les A to Z sampai lupa bahwa anak-anak fitrahnya ya cuma 1 : MAIN. ortu begini punya pembenaran “ih anaknya happy kok!” iya happy sih tapi apa iya happy inside out? jangan sampe malah anaknya stress didalem dan gak bisa keluarin apalagi kalau anaknya tipenya extrovert :( karena berarti kita merusak 1 jiwa. memperbaiki jiwa yang rusak jauuh lebih sulit dari memperbaiki tubuh yang rusak!

kebetulan banget, Supermomsid kembali mengadakan seminar tahun ini.. seminar pertama kami akan diadakan pada 11 oktober 2014, dengan judul “anak yang sukses menghadapi persaingan dan stress” WHOA! penting banget iniiih!

image

Masih bersama ibu Elly Risman, seorang pendidik, psikolog tapi juga seirang ibu, mertua dan nenek! beliau bukan cuma ngomong doang berarti kan, ada aplikasinya juga dalam kehidupan nyata-nya hehehe…

Dengan mengikuti seminar ini diharapkan para orang tua bisa mempersiapkan anak mampu menghadapi persaingan di dunia global.
Dalam seminar ini Bu Elly akan share tentang:
• Prinsip dasar menghadapi persaingan
• Memahami persaingan antar keluarga
• Langkah mengatasinya
• Persaingan di luar keluarga
• Persaingan salah arah
• Pencetus stress
• membantu anak menghadapi persaingan dan stress

Pengen ikuuut!
sok, langsung aja daftar ke : pendaftaran@supermomsindonesia.com atau melalui sms ke no : 0811-733-4556.
Pilih salah satu saja ya, biar admin nggak double register ala2OLS

males beli tiket?

ya udahlah tunggu aja kuisnya di mommiesdaily, tapi kalo gak menang?!, rugi loh kalo gak dateng, siapa tau kita lagi membesarkan calon sekjen PBB dirumah!

Sisa Ramadhan

Alhamdulillah sudah bulan syawal ya.. berarti ramadhan udah berakhir.. 1 yang dirasa, kangen! baru juga berapa hari dibulan syawal udah kangen ramadhan.. ya gimanaaa emang ramadhan itu menyenangkan!

Jadi selama ramadhan, malam terasa sangat pendek, makin mendekat ke syawal, makin terasa pendek! habis buka puasa itu waktu udah kerasa lari, tiba-tiba waktunya tarawih, abis tarawih aku berangkat ngaji dan pulang udah jam 22.30-an.. tilawah selembar dua lembar trus tidur, eeh udah jam 02.30 aja! abis sahur kadang tidur kadang nggak.. pernah pas abis subuh itu tidur kan, kebangun udah jam 09.30!!! antara nyesel ama nggak, nyeselnya karena kalo dipake ngaji bisa khatam tuh dan nggak nyeselnya karena emang pas capek banget hehe..

Jam biologis anak-anak juga berubah, Zua dan Imii tidurnya ngikut  aku, but mostly mereka udah tidur waktu aku pulang ngaji..
Terus kebetulan rumah ini kan deket ama MAS jadi suasana ramadhannya dapet banget!! kalo sore maceeeet ajeeee itu jalan menuju MAS! dan selama lebaran banyaaak orang yang i’tikaf di masjid seputaran sini yang keluar cari minum dan mampir ke alfamart disamping rumah, makin rame!

Nah sisaan dari ramadhan kemarin….

image

Alhamdulillah, Zua mendapat ramadhan award!
Ramadhan award itu istimewa banget karena nggak semua murid bisa mendapatkannya loh! dan aku bangga banget Zua bisa dapat ramadhan award tahun ini!!

Materi penilaiannya sendiri mencakup : puasa (yang dinilai hanya puasa yang sampai waktu berbuka tiba), sholat wajib (subuh hingga isya), sholat sunah (terutama tarawih), perbuatan baik lainnya.
Alhamdulillah memang ramadhan ini kami semua belajar banyak hal, begitupun Zua.. Ramadhan ini nggak ada lagi bangun sahur dengan merengek, nggak ada lagi nggak tarawih, nggak ada lagi males sholat dan sebagainya.. Bahkan saat aku bilang bahwa dia belum wajib pun dia gak mengurungkan niatnya untuk puasa…. “karena Allah” katanya.. Masya Allah…..
Zua juga tunaikan banyak sekali sholat sunnah Qobliyah dan Ba’diyah.. lalu dia ikut kajian, ikut membagikan zakat, ikut I’tikaf walau nggak lama, berusaha sholat di masjid, membagi hartanya untuk berjihad, dan banyaaaak lagi..!! semuanya dengan penjelasan dan bukan pemaksaan :)

Di mobil dia cerita kalau dipanggil ke depan.. pas dia dipanggil rasanya bangga dan terharu katanya
tapi dia gak tau kalau bundanya tau pasti nangis lah aku diceritain aja sampai netes air mataku!

semoga si spesial ini terus spesial dimata manusia dan terutama di mata Allah